Tuesday, 24 March 2015

Menghitung Komponen Elektronika






Menguji komponen elektronika merupakan langkah yang harus ditempuh ketika anda beniat akan merakit rangkaian elektronika. Pengujian sebelum perakitan sangat penting karena komponen2 yang dirakit harus dalam keadaan baik semua.Setelah yakin komponen2nya baik semua baru anda mulaimerakit.Saya biasanya menggunakan alat multimeter. Penjelasannya silahkan dibaca secara seksama dibawah ini.
1. Mengukur Tegangan AC, DC, dan jalur PCB

Mengukur Tegangan AC
  1. Pastikan yang diukur adalah tegangan AC. 
  2. Putar batas ukur ke arah ACV dengan batas ukur yang lebih tinggi dari tegangan yang diukur. Misalnya tegangan yang di ukur 200 VAC maka batas ukurnya adalah 250 VAC. 
  3. Hubungkan probe ke masing-masing kutub sumber tegangan (bolak balik sama). 
  4. Lihat penunjukan jarum pada papan skala. 



Mengukur Tegangan DC
  1. Pastikan yang diukur adalah tegangan DC. 
  2. Putar batas ukur ke arah DCV dengan batas ukur yang lebih tinggi dari tegangan yang diukur. Misalnya tegangan yang di ukur 200 VDC maka batas ukurnya adalah 250 VDC. 
  3. Hubungkan probe ke masing-masing kutub sumber tegangan yaitu probe merah ke kutub positif dan probe hitam ke kutub negatif. 
  4. Lihat penunjukan jarum pada papan skala. 



Mengetes Putus Tidaknya Sebuah Penghantar / Jalur Pcb
  1. Putar batas ukur pada Ohm meter X1 / X10. 
  2. Hubungkan probe ke masing-masing ujung jalur / penghantar yang akan dites. 
  3. Kalau jarum bergerak menunjuk nol, berarti kabel / jalur OK, dan sebaliknya. 



2. Mengukur Transformator

Trafo tersusun dari gulungan kawat primer dan sekunder yang dililitkan pada inti besi. Trafo bisa bekerja hanya dengan tegangan AC.

Jenis trafo adaptor ada 2 :

  1. TRAFO STEP DOWN (untuk menurunkan tegangan).
  2. TRAFO STEP UP (untuk menaikkan tegangan).

Trafo yang kita pelajari nantinya adalah jenis yang stepdown.







FLYBACK JUGA TERMASUK JENIS TRAFO HANYA SAJA BENTUKNYA MEMANG AGAK LAIN :





Mengukur Trafo Dengan Multitester


• Putar batas ukur pada Ohmmeter X1K.

• Misal kaki primer A, B, C

• Misal kaki sekunder D, E, F.







3. Mengukur IC

IC adalah gabungan dari beberapa komponen yang disatukan. Untuk menetukan baik tidaknya IC tidak bisa diukur dengan multitester tapi langsung dicoba ke rangkaian. IC memiliki seri-seri tertentu. IC ada yang memiliki 3 pin, 8 pin, 16 pin, dan sebagainya. Pin no 1 biasanya ditandai dengan lingkaran kecil dekat pin tersebut. Contoh IC : LM 7812, UC 3842, TDA 1175, TDA 9302, dll.








Contoh IC Vertikal TDA 9302



4. Mengukur Mosfet

FET bentuk fisiknya seperti transistor. Fungsinya adalah untuk menaikkan tegangan atau menurunkan tegangan.

FET memiliki tiga kaki juga yaitu :

• GATE (G) adalah kaki input.

• DRAIN (D) adalah kaki output.

• SOURCE (S) adalah kaki sumber.


Fungsinya biasanya digunakan pada rangkaian power supply jenis switching untuk menghasilkan tegangan tinggi untuk menggerakkan trafo.




Kakinya biasanya sudah pasti yaitu bila kita hadapkan FET ke arah kita maka urutan kakinya dari kiri ke kanan adalah GATE, DRAIN, SOURCE.

• Contoh FET penaik tegangan : K 793, K 1117, K 1214, IRF 630, IRF 730, IRF 620, dll.

• Contoh FET penurun tegangan : IRF 9610, IRF 9630, dll (biasanya 4 angka u/ IRF).





• FET PENAIK TEGANGAN

Cara mengukur :

Batas ukur Ohmmeter X10 / X1K.








• FET PENURUN TEGANGAN

Cara mengukur :

Batas ukur Ohmmeter X10 / X1K.






5. Mengukur Transistor


Transistor adalah termasuk komponen utama dalam elektronika. Transistor terbuat dari 2 dioda germanium yang disatukan. Tegangan kerja transistor sama dengan dioda yaitu 0,6 volt.


Transistor memiliki 3 kaki yaitu :

• EMITOR (E).

• BASIS (B).

• COLECTOR (C).


Jenis transistor ada 2 yaitu :

1. Transistor PNP (anoda katoda anoda / kaki katoda yang disatukan).

2. Transistor NPN (katoda anoda katoda / kaki anoda yang disatukan).


Contoh transistor : C 828, FCS 9014, FCS 9013, TIP 32, TIP 31, C5149, C5129, C5804, BU2520DF, BU2507DX, dll





Simbol di rangkaian : “Q”, simbol gambarnya dibawah ini :


Menentukan Kaki Transistor

Menentukan Kaki Basis :

Putar batas ukur pada Ohmmeter X10 atau X100.

Misalkan kaki transistor kita namakan A, B, dan C.

Bila probe merah / hitam => kaki A dan probe lainnya => 2 kaki lainnya secara bergantian jarum bergerak semua dan jika dibalik posisi hubungnya tidak bergerak semua maka itulah kaki BASIS.


Menentukan Kaki Colector NPN :

Putar batas ukur pada Ohmmeter X1K atau X10K.

Bila probe merah => kaki B dan probe hitam => kaki C. Kemudian kaki A (basis) dan kaki B dipegang dengan tangan tapi antar kaki jangan sampai terhubung. Bila jarum bergerak sedikit berarti kaki B itulah kaki COLECTOR.

Jika kaki basis dan colector sudah diketahui berarti kaki satunya adalah emitor.


Mengukur Transistor Dengan Multitester :

Batas ukur pada Ohmmeter X10 / X100.


• TRANSISTOR PNP








• TRANSISTOR NPN








• TRANSISTOR NPN DENGAN DUMPER




6. Mengukur Dioda
Dioda adalah komponen elektronik yang terbuat dari unsur semikonduktor. Bahan ini adalah silikon atau germanium. Dioda silikon bekerja pada tegangan 0.6 VDC dan dioda germanium bekerja pada tegangan 0,2 VDC.


Contoh dioda : IN 4148, IN4002, IN 4003, dll.




Simbol Dioda adalah D, simbol gambarnya :




Sifat dioda :

• Jika diberi arah maju (tegangan positif => anoda dan tegangan negatif => katoda) akan menghantarkan arus dan sebaliknya,




• Jika diberi arah mundur (tegangan positif => katoda dan tegangan negatif => anoda) tidak akan menghantarkan arus.




Fungsi Dioda :

• Sebagai penyearah.

• Sebagai pengaman rangkaian dari kemungkinan terbaliknya polaritas.


Mengukur Dioda Dengan Multitester :

Putar batas ukur pada Ohmmeter X10 / X100.




1. probe merah => katoda, probe hitam => anoda => Jarum bergerak bukan nol.

kemudian posisi dibalik :

probe merah => anoda, probe hitam => katoda, Jarum tdk bergerak

berarti dioda dalam kondisi BAIK.

2. probe merah => katoda, probe hitam => anoda => Jarum bergerak atau menunjuk nol.

kemudian posisi dibalik :

probe merah => anoda, probe hitam => katoda => Jarum bergerak atau menunjuk nol

berarti dioda dalam kondisi RUSAK / SHORT.


DIODA ZENER


Terbuat dari bahan silikon. Biasanya digunakan pada rangkaian power supply dimana fungsinya adalah sebagai penstabil arus. Meskipun arus AC yang dirubah ke DC berubah-ubah, tidak akan berpengaruh jika terdapat dioda zener ini.


Adapun sifatnya adalah sebagai berikut :

• Tegangan yang dicapai maksimal rata-rata 0,7 s/d 12 volt.

• Hanya tahan terhadap arus kecil, maksimal 1 s/d 50 mA.

• Hampir tidak ada tegangan yang hilang jika sudah melewati dioda zener.

Contoh dioda zener : zener 6 volt, zener 12 volt, dll



Pengukuran baik tidaknya dioda zener sama dengan pengukuran dioda biasa.

Aplikasi dalam rangkaian :



7. Mengukur Kapasitor


Nama lainnya adalah kondensator. Adalah komponen yang terdiri dari 2 pelat logam yang dipisahkan dengan isolator. Isolator ini menunjukkan nama dari kapasitor tersebut. Ukuran kapasitor adalah Farad.


1 Farad (F) = 1.000.000 mikro Farad (F).

1 mikro Farad (F) = 1.000 nano Farad (nF).

1 nano Farad (nF) = 1.000 piko Farad (pF).


Sifat kapasitor adalah dapat menerima arus listrik dan menyimpannya dalam waktu yang relatif.

Adapun jenis – jenis kapasitor berdasarkan isolatornya adalah sebagai berikut :

a. Kondensator Elektrolit / ELCO (kondensator yang memiliki polaritas, kaki + dan kaki -).

b. Kondensator Keramik.

c. Kondensator Mylar.

d. Kondensator Mika.

e. Kondensator Kertas.


Penggunaan kapasitor dalam rangkaian :

• Sebagai perata arus.

• Sebagai penyimpan arus listrik.





Simbol Kondensator dalam Rangkaian adalah “C” dan simbol gambarnya adalah :




Cara Membaca Elco :

Misalnya dibadan ELCO tertera tulisan 10uF/16v berarti ELCO tersebut memiliki ukuran 10 mikro farad dan tegangan kerjanya maksimal 16v. Jika tegangan yang diberikan lebih besar dari tegangan kerja maka ELCO akan rusak. Sisi ELCO yang terdapat tanda panah menunjukkan kaki disisi tersebut adalah kaki negatif.


Cara Membaca Kapasitor Keramik / Mika / Mylar.

Misalnya di badan kapasitor tersebut tertera tulisan 103 artinya :

• Angka I : melambangkan angka.

• Angka II : melambangkan angka.

• Angka III : melambangkan jumlah nol & ukurannya dalam piko Farad.

Jadi nilai kapasitor tersebut adalah 10.000 pF = 10 nF = 0,01uF.


Mengukur Elco Dengan Multitester :

Sebenarnya cara yg saya sampaikan ini kurang pas untuk cek elco, dan cara yg tepat mengukur elco adalah dengan CAPACITANCE METER, dan dia akan menunjukkan kapasitas yg sebenarnya yg dimiliki elco itu. Tapi cara ini juga lumayan cukup membantu, berikut caranya :
Putar batas ukur pada Ohmmeter X1 / X10 untuk elco yang ukurannya besar dan X100 / X1K untuk elco yang ukurannya kecil.
Hubungkan probe ke masing-masing kaki ELCO (bolak balik sama saja).
Lihat penunjukan jarum pada papan skala.


Kesimpulan Hasil Pengukuran


• Jarum menunjuk angka & kembali ke tempat semula : elco baik.

• Jarum menunjuk angka & tidak kembali ke tempat semula : elco bocor.

• Jarum tidak bergerak sama sekali : elco putus.

• Jarum menunjuk angka nol : elco short.


Mengukur Kapasitor Non Polar Dengan Multitester :

Sebenarnya cara ini juga kurang pas untuk cek kapasitor, dan cara yg tepat mengukur elco adalah dengan CAPACITANCE METER, dan dia akan menunjukkan kapasitas yg sebenarnya yg dimiliki elco itu. Tapi cara ini juga lumayan cukup membantu, berikut caranya :
Putar batas ukur pada Ohmmeter X1K / X10K.
Hubungkan probe ke masing-masing kaki kapasitor (bolak balik sama saja).
Lihat penunjukan jarum pada papan skala.




Kesimpulan Hasil Pengukuran


• Jarum menunjuk angka kemudian & ke tempat semula : kapasitor baik.

• Jarum menunjuk angka tdk kembali ke tempat semula : kapasitor bocor.

• Jarum tidak bergerak : kapasitor putus.

• Jarum menunjuk angka nol : kapasitor short.


8. Mengukur Resistor

Resistor adalah komponen elektronika yang terbuat dari arang yang bersifat sebagai tahanan / penghambat. Satuan Resistor adalah Ohm (Ω). Ukuran lainnya adalah Watt.


1 Mega Ohm (MΩ) = 1.000 Kilo Ohm (KΩ).

1 Kilo Ohm (KΩ) = 1.000 Ohm (Ω).


Resistor memiliki gelang warna yang merupakan kode ukuran dari resistor tersebut. Resistor terbagi menjadi :

a. Fixed resistor ( resistor biasa ) adalah resistor yang ukurannya tetap.

b. Variable resistor adalah resistor yang ukurannya dapat dirubah.

Variable resistor ada 5 jenis yaitu :
Potensiometer.
Trimmer Potensio (Trimpot).
NTC (Negative Temperatur Coefficient) : semakin panas hambatannya semakin kecil.
PTC (Positive Temperatur Coefficient) : semakin panas hambatannya semakin besar.
LDR (Light Dependence Resistor) : bila terkena cahaya maka hambatan akan mengecil.


Fungsi resistor dalam rangkaian elektronika :

• Sebagai beban rangkaian • Untuk membagi tegangan atau arus.




Simbol Resistor dalam rangkaian :




Berikut daftar kode warna resistor :




Misal :


Resistor dengan gelang warna :


I. Coklat : 1

II. Hitam : 0

III. Merah : 00

IV. Perak : 10%


Jadi nilai resistor tersebut adalah 1000 Ohm atau 1 K Ohm dengan toleransi 10% artinya nilai aslinya bisa berkisar antara 900 Ohm – 1100 Ohm. Angka 900 didapat dari 1000 – (1000 x 10%) dan 1100 Ohm dari 1000 + (1000 x 10%).


GABUNGAN RESISTOR

Resistor Hubung Seri :

Resistor yang dihubungkan seri nilai hambatannya adalah Rt = R1 + R2 + R …

Misal : 1K Ohm + 1K Ohm = 2K Ohm.




Resistor Hubung Paralel


Resistor yang dihubungkan paralel hasilnya adalah 1/Rt = 1/R1 + 1/R2 + 1/R …..

Misal : 1K Ohm diparalel dengan 1K Ohm hasilnya adalah 0,5 K Ohm.





Mengukur Resistor Dengan Multi Tester :
Pastikan anda sudah melakukan zerro Ohm adj.
Putar batas ukur pada Ohmmeter (pastikan batas ukur lebih tinggi atau hampir sama dengan perkiraan resistor yang diukur).
Hubungkan probe ke masing-masing kaki resistor (bolak balik sama saja)
Lihat penunjukan jarum pada papan skala.





Kesimpulan Hasil Pengukuran :
Jarum menunjuk angka sesuai dengan ukuran aslinya : resistor baik.
Jarum menunjuk angka lebih besar / kecil dari ukuran aslinya : resistor rusak.
Jarum tidak bergerak sama sekali : resistor putus.
Jarum menunjuk angka nol : resistor short.

Wednesday, 11 March 2015

Resume Praktikum Rangkaian Elektronika

Pertemuan Pertama
Pada pertemuan pertama kita membahas rangkaian elektronika dasar. Rangkaian elektronika itu apa sih ? yang saya dapat dari pertemuan pertama adalah rangkaian beberapa komponen elektronika baik aktif maupun pasif yang memiliki fungsi elektronika sederhana maupun komplek.
apa saja sih yang ada di komponen aktif dan pasif ? di bawah saya akan memaparkannya .

komponen elektronika adalah sebuah alat benda yang menjadi bagian pendukung suatu rangkaian elektronik yang dapat bekerja sesuai dengan kegunaannya. Mulai dari yang bersifat menempel langsung pada papan rangkaian baik berupa PCB, CCB, Protoboard maupun Veroboard dengan cara disolder atau bersifat tidak menempel langsung pada papan rangkaian (Dengan alat penghubung lain, misalnya kabel).

Komponen elektronika ini terdiri dari satu atau lebih bahan elektronika, yang terdiri dari satu atau beberapa unsur materi dan jika disatukan, untuk desain rangkaian yang diinginkan dapat berfungsi sesuai dengan fungsi masing-masing komponen elektronika, ada yang berfungsi untuk mengatur arus dan tegangan, meratakan arus, menyekat arus, memperkuat sinyal arus dan masih banyak fungsi lainnya lagi. Dikutip dari Wikipedia (Bahasa Indonesia).




Berikut, Komponen Pasif dan Komponen Aktif Elektronika (Lengkap) :

Komponen Pasif

1. Resistor
Resistor adalah sebuah komponen elektronik dua kutub yang didesain untuk mengatur tegangan listrik dan arus listrik, dengan resistansi tertentu (Tahanan) dapat memproduksi tegangan listrik di antara kedua kutubnya, nilai tegangan terhadap resistansi berbanding dengan arus yang mengalir, berdasarkan hukum Ohm:



Resistor dapat digunakan sebagai bagian dari rangkaian elektronik dan sirkuit elektronik, dan merupakan salah satu komponen yang paling sering digunakan. Resistor dapat dibuat dari bermacam-maca kompon dan film, bahkan kawat resistansi (Kawat yang dibuat dari paduan resistivitas tinggi seperti nikel-kromium).
Karakteristik utama dari resistor adalah resistansinya dan daya listrik yang dapat dihantarkan. Karakteristik lain termasuk koefisien suhu, derau listrik (Noise), dan induktansi.
Resistor dapat di integrasikan kedalam sirkuit hibrida dan papan sirkuit cetak (PCB), bahkan sirkuit terpadu. Ukuran dan letak kaki bergantung pada desain sirkuit, kebutuhan daya resistor harus cukup dan disesuaikan dengan kebutuhan arus rangkaian agar tidak terbakar.

2. Kondensator
Kondensator atau sering disebut sebagai kapasitor adalah suatu alat elektronika yang dapat menyimpan energi di dalam medan listrik, dengan cara mengumpulkan ketidakseimbangan internal dari muatan listrik. Kondensator memiliki satuan yang disebut Farad dari nama Michael Faraday. Kondensator juga dikenal sebagai "Kapasitor", namun kata "Kondensator" masih dipakai hingga saat ini. Pertama disebut oleh Alessandro Volta seorang ilmuwan Italia pada tahun 1782 (Dari bahasa Itali condensatore), berkenaan dengan kemampuan alat untuk menyimpan suatu muatan listrik yang tinggi dibanding komponen lainnya. Kebanyakan bahasa dan negara yang tidak menggunakan bahasa Inggris masih mengacu pada perkataan bahasa Italia "Condensatore", bahasa Perancis condensateur, Indonesia dan Jerman Kondensator atau Spanyol Condensador.

3. Induktor
Sebuah induktor atau reaktor adalah sebuah komponen elektronika pasif (Kebanyakan berbentuk torus) yang dapat menyimpan energi pada medan magnet yang ditimbulkan oleh arus listrik yang melintasinya. Kemampuan induktor untuk menyimpan energi magnet ditentukan oleh induktansinya, dalam satuan Henry. Biasanya sebuah induktor adalah sebuah kawat penghantar yang dibentuk menjadi kumparan, lilitan membantu membuat medan magnet yang kuat di dalam kumparan dikarenakan hukum induksi Faraday. Induktor adalah salah satu komponen elektronik dasar yang digunakan dalam rangkaian yang arus dan tegangannya berubah-ubah dikarenakan kemampuan induktor untuk memproses arus bolak-balik.
Sebuah induktor ideal memiliki sebuah induktansi, tetapi tanpa resistansi atau kapasitansi, dan tidak memboroskan daya. Sebuah induktor pada kenyataanya merupakan gabungan dari induktansi, beberapa resistansi karena resistivitas kawat, dan beberapa kapasitansi. Pada suatu frekuensi, induktor dapat menjadi sirkuit resonansi karena kapasitas parasitnya. Selain memboroskan daya pada resistansi kawat, induktor berinti magnet juga memboroskan daya di dalam inti karena efek histeresis, dan pada arus tinggi mungkin mengalami nonlinearitas karena penjenuhan.

4. Transformator
Transformator atau transformer atau trafo adalah komponen elektromagnet yang dapat mengubah taraf suatu tegangan AC ke taraf tegangan yang lain.

Komponen Aktif

1. Diode (Dioda)
Diode (Dioda) adalah komponen aktif dua kutub yang pada umumnya bersifat semikonduktor, yang memperbolehkan arus listrik mengalir ke satu arah (Kondisi panjar maju) dan menghambat arus dari arah sebaliknya (Kondisi panjar mundur). Dioda dapat disamakan sebagai fungsi katup di dalam bidang elektronika. Dioda sebenarnya tidak menunjukkan karakteristik kesearahan yang sempurna, melainkan mempunyai karakteristik hubungan arus dan tegangan kompleks yang tidak linier dan seringkali tergantung pada teknologi atau material yang digunakan serta parameter penggunaan. Beberapa jenis Dioda juga mempunyai fungsi yang tidak ditujukan untuk penggunaan penyearahan.

Awal mula dari Dioda adalah peranti kristal Cat's Whisker dan tabung hampa (Juga disebut katup termionik). Saat ini Dioda yang paling umum dibuat dari bahan semikonduktor seperti silikon atau germanium.
Dioda dibagi menjadi 5 macam, yaitu:
Dioda Cahaya
Dioda Foto
Dioda Laser
Dioda Zener
Dioda Bridge

2. Dioda Schottky
SCR singkatan dari Silicon Control Rectifier. Adalah sebuah Dioda yang mempunyai fungsi sebagai pengendali. SCR atau Tyristor masih termasuk keluarga semikonduktor dengan karateristik yang serupa dengan tabung thiratron. Sebagai pengendalinya adalah gate (G). SCR sering disebut Therystor. SCR sebetulnya dari bahan campuran P dan N. Isi SCR terdiri dari PNPN (Positif Negatif Positif Negatif) dan biasanya disebut PNPN Trioda.

3. Transistor
Transistor adalah alat semikonduktor yang digunakan sebagai penguat, sebagai sirkuit pemutus dan penyambung (Switching), stabilisasi tegangan, modulasi sinyal atau sebagai fungsi lainnya. Transistor dapat berfungsi semacam kran listrik, dimana berdasarkan arus inputnya (BJT) atau tegangan inputnya (FET), memungkinkan pengaliran listrik yang sangat akurat dari sirkuit sumber listriknya.

Pada dasar umumnya, Transistor memiliki 3 terminal, yaitu Basis (B), Emitor (E) dan Kolektor (C). Tegangan yang di satu terminalnya misalnya Emitor dapat digunakan untuk mengatur arus dan tegangan yang lebih besar daripada arus input Basis, yaitu pada keluaran tegangan dan arus output Kolektor.

Transistor merupakan sebuah komponen yang sangat penting dalam dunia elektronik modern. Dalam rangkaian analog, transistor digunakan dalam amplifier (Penguat). Rangkaian analog melingkupi pengeras suara, sumber listrik stabil (Stabilisator) dan penguat sinyal radio. Dalam rangkaian-rangkaian digital, transistor digunakan sebagai saklar berkecepatan tinggi. Beberapa transistor juga dapat dirangkai sedemikian rupa sehingga berfungsi sebagai logic gate, memori dan fungsi rangkaian-rangkaian lainnya.
  • Transistor dibagi menjadi 5 macam:
  • Transistor Efek Medan 
  • Transistor Bipolar 
  • Transistor IGBT 
  • Transistor Darlington 
  • Transistor Foto 
Pertemuan Kedua

Pada pertemuan ini kita membahas rangkaian listrik dan apa itu rangkaian listrik ?
Rangkaian Listrik adalah suatu kesatuan antara beberapa komponen eleltronika dan sumber tegangan yang dihubungkan secara terbuka agar arus listrik yang berasal dari sumber dapat mengalir. Ada 3 rangkaian listrik yaitu sebagai berikut :

Rangkaian Seri


Rangkaian seri adalah rangkaian listrik yang terdiri dari dua buah lampu atau lebih yang disusun secara berderet atau berurutan. Demikian pula dengan sumber tegangan juga dihubungkan secara berderet. Pada rangkaian seri apabila salah satu lampu diputuskan ( mati ) maka lampu yang lain juga juga akan mati. Perhatikan gambar disamping jika saklar dimatikan maka kedua buah lampu akan mati semua. Hal ini merupakan salah satu erugian jika kita menggunakan rangkaian seri. Bayangkan jika rangkaian listrik di rumah menggunakan rangkaian seri.


Rangkaian Paralel


Rangkaian paralel terbentuk jika dua buah bola lampu atau lebih dihubungkan secara berjajar. Kutub lampu sejenis dihubungkan ke kutub baterai yang sama. Pada rangkaian paralel jika salah satu lampu diputuskan ( mati ), lampu yang lainya tetap menyala. Hal ini terjadi karena lampu yang lain masih terhubung dengan sumber arus listrik. Perhatikan gambar di samping, jika saklar 1 (s1) dimatikan maka yang mati hanya lampu 4 dan 5 sedangkan lampu 1, 2, dan 3 tetap menyala. Jika saklar 2 (s2) dimatikan yang mati hanya lampu 1, 2, dan 3 sedangkan lampu 4 dan 5 tetap menyala.

Rangkaian campuran


Rangkaian campuran merupakan gabungan dari rangkaian seri dan rangkaian paralel. Perhatikan gamabar di samping pada rangkaian listrik dengan garis merah menunjukkan rangkaian seri, jika saklar 3 dimatikan maka lampu 4 dan lampu 5 akan mati. Sedangkan rangkaian listrik dengan garis biru menunjukan rangkaian paralel. Jika saklar 1 dimatikan lampu yang mati hanya lampu 1 saja, demikian juga jika saklar 2 dimatikan lampu yang mati hanya lampu 2 saja.

Keuntungan rangkaian seri adalah hemat kabel, dan rangkaiannya sederhana sehingga membuatnya pun mudah. Kerugiannya pada saat satu lampu mati, yang lain juga mati. Begitu juga pada nyala lampunya, tidak terang (redup). Energinya juga boros, karena digambarkan 1R+1R+1R. Sementara rangkaian paralel adalah 1/R+1/R+1/R. Sementara keuntungan dan kerugian rangkaian paralel adalah kebalikan dari kerugian dan keuntungan seri. Sedang yang disebut rangkaian rumit adalah rangkaian gabungan antara paralel dan seri. Contohnya adalah lampu di rumah.