Monday, 4 April 2016

Manajemen Memori, Storage, dan Input / Output (I/O)

Sistem operasi pada dasarnya memiliki peran mengelola sumber daya komputer yang terbatas, dikelola sehingga sumber daya tersebut dapat digunakan untuk memenuhi permintaan / input sekian banyak proses. Sistem operasi bertugas melakukan manajemen file, proses, memori, disk, dan input/output. Secara singkat, sistem operasi memiliki kemampuan untuk mengakomodasi berbagai kebutuhan proses.


Manajemen Memori
Manajemen memori merupakan mekanisme yang dilakukan oleh sistem operasi guna mengelola, mengatur (alokasi/dealokasi), memilih, dan menentukan proses yang dijadwalkan oleh CPU untuk dimasukkan dalam antrian pada memori.
Fungsi Manajemen Memori
·         Mengelola informasi – baik yang dipakai maupun yang tidak dipakai
·         Mengalokasikan memori ke proses yang memerlukan
·         Mendealokasikan memori dari proses yang telah selesai
·         Mengelola swapping atau paging antara main memory (RAM) dan disk (Hard Drive)
Keberadaan Manajemen Memori
Berdasarkan keberadaannya, manajemen memori dibagi menjadi 2, yaitu:
1.       Dengan swapping / paging
Manajemen memori dengan pemindahan proses antara main memory dan disk selama eksekusi.
2.       Tanpa swapping / paging
Manajemen memori tanpa pemindahan proses antara main memory dan disk selama eksekusi.
Manajemen Disk dan I/O
Manajemen disk dan I/O mencakup pengelolaan hard drive seperti pembuatan partisi, format partisi, manajemen media penyimpanan seperti fl ash drive, pengaturan komponen input seperti printer, speaker, optical disk drive, dan sebagainya.
Untuk manajemen disk yang melibatkan pengelolaan partisi, kita menggunakan command fdisk (wajib menggunakan sudo). Berikut beberapa diantaranya:
fdisk –d  : untuk menhapus partisi
fdisk –l : untuk melihat daftar partisi yang ada pada komputer
fdisk –n : untuk membuat partisi baru
fdisk –v : untuk melakukan verivikasi pada partisi (versi fdisk)
Sering disebut device manager. Menyediakan “device driver” yang umum sehingga operasi I/O dapat seragam (membuka, membaca, menulis, menutup). Contoh: pengguna menggunakan operasi yang sama untuk membaca file pada hard-disk, CD-ROM dan floppy disk.

Komponen Sistem Operasi untuk sistem I/O :
·         Buffer : menampung sementara data dari/ke perangkat I/O.
·         Spooling : melakukan penjadwalan pemakaian I/O sistem supaya lebih efisien (antrian dsb.).
Menyediakan “driver” untuk dapat melakukan operasi “rinci” untuk perangkat keras I/O tertentu.
Manajemen perangkat masukan/keluaran merupakan aspek perancangan sistem operasi terluas dan kompleks karena sangat beragamnya perangkat dan aplikasinya.
Beberapa fungsi manajemen input/ouput (I/O) :
·         Mengirim perintah ke perangkat I/O agar menyediakan layanan.
·         Menangani interupsi perangkat I/O.
·         Menangani kesalahan perangkat I/O.

·         Menyediakan interface ke pemakai.

0 komentar: