Monday, 7 March 2016

MANAJEMEN PROSES PADA SISTEM OPERASI

Manajemen proses merupakan konsep pokok dalam sistem operasi, sehingga masalah manajemen proses adalah masalah utama dalam perancangan sistem operasi. Proses adalah program yang sedang dieksekusi. Proses dapat juga didefinisikan sebagai unit kerja terkecil yang secara individu memiliki sumber daya dan dijadwalkan oleh sistem operasi. Proses berisi instruksi, data, program counter, register pemroses, stack data, alamat pengiriman dan variabel pendukung lainnya.

Sebagaimana proses bekerja, maka proses tersebut merubah state (keadaan statis/ asal). Status dari sebuah proses didefinisikan dalam bagian oleh aktivitas yang ada dari proses tersebut.

4 proses dasar pada manajemen proses:

Multiprogramming
adalah kegiatan menjalankan beberapa program pada memori pada satu waktu. beberapa tugas disimpan dalam memori dalam satu waktu, CPU digunakan secara bergantian sehingga menambah utilisasi CPU dan mengurangi total waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas-tugas tersebut.



Pseudoparallelism
Adalah eksekusi proses secara paralel pada sistem.

Multiprocessing
adalah kemampuan pemrosesan komputer yang dilakukan secara serentak. Hal ini dimungkinkan dengan menggunakan dua CPU atau lebih dalam sebuah sistem computer.

Distributed Processing
Mengerjakan semua proses pengolahan data secara serentak antara komputer utama dengan beberapa komputer lainnya dan saling terhubung melalui jalur komunikasi. Setiap komputer tersebut memiliki prosesor mandiri sehingga mampu mengolah sebagian data secara terpisah, kemudian hasil pengolahan tadi digabungkan menjadi satu penyelesaian total. Jika salah satu prosesor mengalami kegagalan atau masalah yang lain akan mengambil alih tugasnya.

Berikut beberapa model proses:

Sequential Process
Multiprogramming
CPU Switching


Proses memiliki operasi-operasi seperti:
Penciptaan proses
Penghancuran / terminasi proses
Penundaan proses
Perlanjutan kembali proses
Mengeblok proses
Membangunkan proses (wake)
Menjadwalkan proses
Komunikasi antar proses



Perintah – perintah proses di Linux:

$ ps
Berfungsi untuk melihat kondisi proses yang ada.
Output yang ditampilakan berupa : PID adalah Process ID (nomor identitas proses),TTY adalah nama Terminal dimana proses tersebut aktif,CMD (command) merupakan instruksi yang digunakan.

$ps u
Berfungsi untuk melihat faktor/elemen lainnya.
Output yang ditampilakan berupa :%CPU adalah presentasi CPU time yang digunakan oleh proses tersebut, %MEM adalah presentasi system memori yang digunakan proses, SIZE adalah jumlah memori yang digunakan, RSS (Real System Storage) adalah jumlah memori yang digunakan, START adalah kapan proses tersebut diaktifkan.

$ps –u<user>
Berfungsi untuk proses yang sedang berjalan secara spesifik.

$ps –a
Berfungsi untuk menampilkan semua user yang sedang menjalankan proses.

$ps –au
Gabuangan antara –a dan -u

$ps -aux
Gabuangan antara –a ,-u dan –x.-x menampilkan proses yang tidak dikontrol oleh terminal(tty).

$top
Menampilkan semua proses yang sedang berjalan

$ pstree
Menampilkan semua proses pada sistem dalam bentuk hirarki (parent/child)

kill
kill adalah salah satu perintah daasar Linux yang digunakan untuk menghentikan atau mematikan proses yang sedang berjalan pada Sistem Operasi Linux / UNIX.
kill %<nomor_job> (contoh: kill %1)
kill <PID> (contoh: kill 2016)

pkill
Mengirim sinyal ke proses berdasar nama.
pkill <nama_proses> (contoh: pkill firefox)
pkillall <nama_proses> (contoh: pkillall firefox)
renice <prioritas> <PID>
Renice digunakan untuk menurunkan perioritas pengerjaan sebuah proses.


cs.upi.edu


Referensi :

https://pujexcarlox.wordpress.com/2011/03/19/manajemen-proses-pada-sistem-operasi/

Modul Praktikum 3 Sistem Operasi

0 komentar: