Saturday, 1 September 2012

8 Doping Atlet Olimpiade yang Tak Lazim






Bagi atlet yang sedang berjuang dalam kompetisi olimpiade, stamina dan kekuatan adalah faktor penentu kemenangan. Oleh karena itu, penggunaan doping adalah hal yang wajar. Asal tidak menggunakan bahan berbahaya dan obat terlarang, doping legal dilakukan.

Jika membayangkan doping, maka pikiran akan tertuju benda-benda seperti tablet, transfusi darah dan jarum suntik. Namun ada beberapa bahan nyeleneh dan tak lazim yang digunakan atlet-atlet olimpiade kelas dunia sebagai doping.

Seperti dilansir Medical Daily, Selasa (7/8/2012), berikut adalah doping aneh tersebut:



1. Testis Hewan Mentah



Cara ini bermula dari tradisi Yunani kuno. Seperti halnya steroid di abad modern, atlet olimpiade zaman dulu mengunyah testis mentah-mentah untuk mendapatkan tambahan testosteron agar tenaganya terdongkrak. Testosteron adalah hormon steroid dan sering digunakan untuk meningkatkan pementukan otot serta meningkatkan kekuatan dan daya tahan.



2. Brandy Shot



Atlet bernama Thomas Hicks menjadi terkenal setelah memenangkan kompetisi maraton dalam Olimpiade 1904. Konon ia mendapat tambahan tenaga berkat minuman Brandy Shot yang diberikan sang pelatih secara teratur selama perlombaan. Brandy shot mengandung alkohol yang dianggap bernutrisi.

Banyak penelitian yang menyimpulkan bahwa alkohol tidak memiliki efek terhadap kekuatan dan daya tahan otot. Secara psikologis, alkohol bermanfaat karena meningkatkan kepercayaan diri, menurunkan kepekaan terhadap rasa sakit, mengurangi kecemasan dan tremor tangan.



3. Ganja



Penelitian menunjukkan bahwa ganja atau produk turunannya secara tidak langsung dapat meningkatkan performa dan mengurangi kecemasan. Sebuah penelitian terhadap atlet Australia menunjukkan bahwa hampir 60 persen atlet percaya ganja dapat meningkatkan performanya, namun mereka tidak dapat menjelaskan bagaimana efek negatifnya. Efek positif dari ganja menurut para atlet adalah meningkatkan relaksasi dan kepercayaan diri.



4. Obat Pereda Hidung Tersumbat



Obat mengatasi hidung tersumbat mengandung pseudoefedrin. Komite Olimpiade Internasional awalnya melarang penggunaan pseudoefedrin, namun baru-baru ini diurungkan karena tidak terbukti dapat meningkatkan kemampuan atlet.

Penelitian sebelumnya pernah menemukan bahwa atlet yang diberi kapsul pseudoefedrin dalam waktu 90 menit sebelum uji coba mampu berlari rata-rata 5,8 detik lebih cepat dari pelari yang meminum plasebo.



5. Kafein



Kafein adalah stimulan yang pernah dilarang di Olimpiade. Tapi pada olimpiade 2012 kali ini, World Anti-Doping Agency tak lagi melakukan tes terhadap atlet untuk mengetahui kadar kafein dalam darahnya.

Dalam sejarahnya, kafein telah membantu Bakhaavaa Buidaa dari Mongolia meraih medali perak dalam cabang olahraga judo di Olimpiade Munich. Kafein juga membuat pemain anggar asal Australia, Alex Watson, dilarang mengikuti Olimpiade 1988 di Seoul.



6. Etanol





Etanol dalam bir bisa membuahkan emas pada beberapa kompetisi Olimpiade. Konsumsi alkohol saat ini telah dilarang dalam beberapa cabang olahraga olimpiade. Alkohol bertindak sebagai depresan dan membantu menenangkan saraf. Hans-Gunnar Liljenwall asal Swedia adalah salah satu atlet yang dilarang berkompetisi dalam Olimpiade 1968 di Mexico City karena minum bir sebelum berlaga dalam olahraga menembak.



7. Pestisida



Racun strychnine yang terkandung dalam pestisida digunakan sebagai doping. Meskipun dapat berkibat fatal, strychnine dalam dosis sangat rendah sering digunakan sebagai stimulan. Pada Olimpiade 1904 di St. Louis, AS, atlet maraton Thomas Hicks asal AS meminum strychnine sehingga berhasil meraih medali emas. Namun dalam Olimpiade 1992 di Barcelona, atlet bola voli asal Cina, Wu Dan dilarang berkompetisi karena hasil pemeriksaan positif menunjukan menggunakan strychnine.



8. Cabe



Doping ternyata tak hanya milik atlet berkaki dua saja. Capsaicin, zat dalam cabe yang memunculkan sensasi pedas, telah dilarang penggunaannya dalam olahraga berkuda. Pada Olimpiade Beijing 2008, sebanyak 4 orang atlet bekuda dilarang ikut kompetisi setelah kuda yang ditunggangi ditemukan memiliki peningkatan kadar capsaicin. Zat ini merupakan stimulan ringan dan dapat menghilangkan rasa sakit.

0 komentar: