Thursday, 30 August 2012

SEANDAINYA BAYI ABORSI BISA BICARA



(Saat Dalam Kandungan)

“ Ibu, saat ini aku gembira sekali, aku berada

ditempat yang hangat, dan nyaman, tapi


gelap.

Ah..tapi itu tidak masalah, aku tetap gembira

sekali, Allah telah memilihkan tempat ini

untuk-ku.

Aku bisa mendengarkan Ibu tersenyum,

mendengarkan suara Ibu yang lembut, tapi..

Ibu...aku ingin bertanya,

Kenapa hari ini ibu menangis.?

Malam ini aku juga mendengar Ibu menangis,

bahkan ketika tangisan-mu semakin menjadi,

tiba- tiba Ibu memukul-ku, yang masih ada

dalam perut-mu.

Aku kaget sekali, Ibu.. aku ingin sekali

memeluk-mu dan bertanya kepada-mu,

kenapa Ibu bersedih.?

Dan siapa yang telah membuat ibu

menangis..?

Tapi Ibu terus memukul-ku.. sakiiiit Bu..

Ibu, aku ingin bertanya,

Kenapa hari ini Ibu memaki- maki-ku.?

Aku bahkan tidak tau apa salah-ku.?

Yang ada Ibu hanya berteriak sambil

menyebutkan nama seseorang yang Ibu

katakan sebagai “Ayah”ku, seseorang yang

kemarin memukul Ibu...

Ibu aku ingin membelai wajah-mu dan

mengusap air mata-mu, aku ingin

mengatakan aku sayang Ibu agar Ibu tenang,

tapi aku lihat tangan-ku masih terlalu kecil

untuk bisa merangkul bahkan membelai

wajah Ibu..

Tapi tenang-lah Bu, aku benar- benar akan

membahagiakan IBU saat aku tumbuh besar

nanti.

Aku akan menjadi jagoan kecil Ibu dan

melindungi Ibu, agar tidak ada lagi yang

menyakiti Ibu-ku..




Ibu, kenapa seharian ini Ibu tetap menangis.?

Apa aku berbuat salah?...

Ibu hukum-lah aku jika aku salah, tapi tolong

usir benda ini yang menarik-ku.!

Ibu dia jahat pada-ku, dia menyakiti-ku,

Ibu tolong aku.. sakiiiiit..

Ibu, kenapa Ibu tidak mendengar teriakan-ku,

Bu...

Benda itu menarik kepala-ku, rasanya leher-

ku ini mau putus, dia bahkan menyakiti

tangan-ku yang kecil ini, dia terus menarik,

dan menyiksaku.. sakiiit... oh, Ibu tolong

hentikan semua ini, aku tidak kuat kesakitan

seperti ini... Ibu.. aku sekarat..




|| setelah ia di Aborsi >




“ Ibu-ku sayang, kini aku telah bersama Allah

di Syurga.

Aku bertanya kepada-Nya, apakah aku

dibunuh.?

DIA menjawab “Aborsi”.




Ibu, aku masih tidak mengerti apa itu Aborsi.?

Yang aku tau sesuatu itu telah menyakiti-ku

dan aku sedih Bu..

Teman-teman-ku di Syurga bilang, kalau aku

tidak di inginkan.

Ah.. aku tidak percaya, aku mempunyai Ibu

yang sangat baik dan sayang pada-ku.

Mereka juga berkata, karena aku Ibu merasa

sangat malu.!

Itu tidak benar kan Bu..?

Aku kan jagoan kecil Ibu yang akan

melindungi-mu, kenapa Ibu harus malu.?

Aku janji tidak akan nakal dan membuat Ibu

malu.

Tetapi mereka tetap bilang pada-ku, kalau Ibu

sendiri yang membunuh-ku!!.




Tidak..!!

Ibu-ku tidak akan sekejam itu, Ibu-ku sangat

lembut dan mengasihi-ku..!

Maafkan aku ibu, aku telah berusaha sekuat

tenaga untuk bertahan.

Karena aku ingin membahagiakan Ibu.

Tapi sekarang Allah telah membawa-ku kesini,

karena kejadian itu.

Benda itu telah mengisap lengan dan kaki-ku

hingga putus dan akhirnya mencengkeram

seluruh tubuh-ku.

Ibu-ku.. Aku hanya ingin Ibu tahu bahwa aku

sangat ingin tinggal bersama-mu.

Aku tidak ingin pergi.




Tapi...

Ibu, aku sangat ingin mengatakan, aku

sayang Ibu, walau-pun aku belum sempat

bernafas dan melihat wajah-mu, biarlah aku

sendiri yang merasakan sakitnya

diperlakukan seperti itu, asal jangan Ibu.




Maafkan aku karena gagal menjadi jagoan

kecil Ibu yang akan melindungi Ibu.




Selamat tinggal Ibu...!”

0 komentar: